rss search

next page next page close

Penelepon Muslim Di Acara TV Kristen

Enjoy the video.


next page next page close

Ernst & Young

Halo, gue mau cerita sekilas mengenai kantor baru gue.

Env

Kantor ini letaknya di kisaran pacific place, suasananya keren, mewah, bersih dan yang cukup penting toiletnya lega dan bersih. Di kantor, lo bisa lakukan banyak hal, fasilitasnya juga oke. Kalo mau minum, disediain. Milo, teh, kopi bisa tersedia secara instan dalam beberapa detik berkat alat pembuat minuman (ga tau namanya). Gelas juga disediain. Pas lah buat gue yang males bawa-bawa botol minum ke kantor karena berat. Laptop, loker, koneksi internet juga tersedia lah ya sebagai fasilitas wajib. Tempat makan ada banyak, tinggal pilih mau di gedung kantor atau di mall pp. Kelas restoran juga beragam, dari mulai yang ada di P1, P2 sampe lantai atas pacific place. Kalo mau beli macem-macem juga tinggal nyeberang ke sebelah. Secara environment, kantor ini oke banget lah pokoknya!

Wor

Secara pekerjaan, juga gak kalah menarik. Namanya juga audit, jadi akan berkutat dengan banyak client. Menurut gue kerja disini sangat dinamis. Bayangkan, kita bisa di-assign ke beberapa client. Gak jarang kita datengin ke client buat minta data audit, kunjungan lapangan, atau wawancara. Sering juga kita mangkal ditempat client buat ngerjain hasil audit. Makanya gak heran kalo perusahaan client hampir selalu menyediakan satu ruangan kosong buat diisi sama auditor, dan kita mangkal deh disitu. Bisa seharian, bisa setengah hari, bisa sepertiga hari, bahkan berbulan-bulan. Tergantung kebutuhan. Kadang harus mangkal di satu client, kadang harus bolak-balik juga ke client yang lain, dan kalo dapet client super besar, biasanya kita stuck disitu. Atau kalo data-data udah didapet semua, cukup bisa dikerjain di kantor. Buat gue yang bosenan, justru kondisi kerja yang dinamis ini membuat gue tambah semangat. Coba kalo audit itu lumayan mudah dan gak ribet, mungkin ini bisa jadi tempat kerja yang perfect. Tapi, nothing is perfect. Hmm mungkin kalo udah terbiasa, kerja sebagai auditor itu bisa jadi lebih mudah kali yaa :3

Roy

Menurut gue, EY itu perusahaan yang cukup royal. Jaminan kesehatan, ada. Bonus, ada. Kalo ke client butuh uang transport, ada. Ada pengeluaran apaa gitu selama di client, bisa di-reimburse. Dan lagi, salary increases every year, great chances to be promoted each year. Oh iya, dan berdasarkan hasil denger-denger juga, setahun sekali diadakan outing gitu, jadi kita semua auditor bisa jalan-jalan ke tempat yang seru (dibayarin kantor pastinya), bareng-bareng. Bisa ke bandung, bali, pantai, mana aja tergantung nasibnya. Asik kan?? Hahaha.

Soc

Menurut gue disini orangnya asik-asik, gaul. Hampir bisa dibilang gak ada yang pasif dan pendiem gitu, kalaupun ada (menurut gue sih) gak bakal bertahan lama soalnya kan auditor harus bisa berinteraksi juga dengan client secara baik dan efektif.  Walaupun kalo lagi kerja, semua orang bisa jadi patung dihadapan komputer. Tapi setelah itu kembali jadi normal lagi. Seniornya juga baik-baik, gak ada istilah belagu-belaguan. Bahkan dengan orang yang udah beberapa tahun lebih diatas pun bisa masih santai ngobrol pake ‘lo-gue’.

Lea

Buat lo yang baru masuk dan belom paham banget mengenai audit, tenang, ada trainingya kok. Buat lo yang belom begitu terbiasa menggunakan bahasa inggris (kayak gue), tenang, semua laporan audit EY dibuat dalam bahasa inggris kok, jadi lo bisa sekalian latihan juga, hehe. Kalo kata beberapa orang nih, EY itu tempat yang tepat buat belajar. Selaras dengan kata-kata di websitenya EY yang bilang “Joining EY may be temporary, but the knowledge gained can be forever“. Serius gue lupa kata-kata tepatnya apa, tapi kurang lebih begitu. Dan emang bener sih, di EY knowledge-based itu terbuka sebuka-bukanya. Dari mulai pelajaran tentang audit, ethics sampe ke hal-hal mendetil mengenai teknis database bisa kita dapatkan. Syaratnya, ya mau belajar. Fasilitas ada banyak, tapi menggunakannya atau tidak, itu pilihan kita.

Author tried to prevent the disclosure of sensitive information.


next page next page close Buat cari kerja, ternyata IPK gak penting, pelajaran di kuliah gak penting. Yang penting itu seberapa lihai lo ngerjain psikotes!! "
next page next page close

Wow!

Singkat cerita gue punya sebuah domain.

Tiba-tiba ada sebuah perusahaan dari Chile nawarin domain itu seharga yang fantastis!!! Padahal sama sekali gak berniat buat jual. Tapi ya berhubung tawarannya gede banget, ya masa ditolak XD

Alhasil, domain gue itu sekarang udah kejual seharga ribuan dolar.

(harga pastinya rahasia dong :p)


next page next page close

Mari Belajar Berdemokrasi

Berkaca kepada Mesir, membuat kita perlu berpikir kembali, apakah Indonesia termasuk negara yang demokratis?

Kata Demokrasi hadir dalam berbagai artian. Yang paling terkenal, tentu saja definisi demokrasi menurut Abraham Lincoln, dimana demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Definisi ini secara tersirat menggambarkan bahwa demokrasi akan berlangsung apabila:

1.) Pemerintahan dalam suatu negara demokrasi berasal dari rakyat.

2.) Ada partisipasi aktif dari rakyat kepada pemerintah.

3.) Ditujukan untuk menjamin HAM setiap rakyat.


 

Mari kita bahas ketiga poin tersebut satu per satu.

1.) Pemerintahan dalam suatu negara demokrasi berasal dari rakyat.

Tentu saja banyak sekali rakyat dalam sebuah negara. Pertanyaannya, rakyat yang mana? Oleh karena itu perlu ada pemilihan umum. Hasil dari pemilihan umum inilah yang kemudian menjadi rujukan, siapa yang berhak menjadi pemerintah. Peserta pemilihan umum tentu saja masyarakat luas, tanpa terkecuali, tanpa memandang agama, tanpa memandang ras dan golongan. Kata ‘rakyat’ dalam hal ini adalah ungkapan secara general, tanpa pandang bulu. Semua sama, semua berhak untuk memberikan suara.

Kemudian, muncullah beberapa pertanyaan yang perlu untuk menjadi renungan:

- Apabila ada yang mengganggap demokrasi tidak berlaku untuk kalangan tertentu, apakah itu demokratis?

- Bagaimana jika rakyat sendiri bersikap apatis terhadap pemilihan umum, masa bodoh terhadap pemerintah, apakah itu demokratis?

- Bila ada pihak yang memaksakan untuk berkuasa tanpa mengutamakan kehendak rakyat (misal dari hasil pemilu), apakah itu demokratis?

- Apabila suatu saat militer yang mengambil alih kekuasaan dengan kekuatannya, apakah itu demokratis?

2.) Ada partisipasi aktif rakyat kepada pemerintah.

Partisipasi aktif disini berarti rakyat senantiasa memberikan masukan, ide, suara, bahkan juga bisa mengatur pemerintah. Setiap pendapat tersebut juga harus bisa diserap dengan baik, apapun itu. Oleh karena itu ada mekanisme legislatif. Keputusan pemerintah yang krusial perlu mendapatkan persetujuan DPR. Di DPR inilah sebenarnya rakyat bisa sangat berperan, karena pada substansinya, setiap anggota DPR itu adalah wakil rakyat, orang yang mewakili rakyat. Jika di DPR sendiri terjadi perbedaan pendapat, maka itu adalah yang hal biasa dan lumrah terjadi. Solusinya, ada mekanisme musyawarah/lobi, dan jika masih tidak mendapatkan hasil, maka kemudian ada mekanisme voting, yang mana suara terbanyak yang akan menang.

Tidak hanya itu, rakyat juga bisa menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dengan cara yang lain. Cara yang paling lazim digunakan adalah demonstrasi. Demonstrasi ini sangat banyak kita temui dalam negara-negara demokrasi. Dengan demonstrasi, rakyat tidak hanya memperkuat kesan ‘people power’, namun juga sebagai akselerator dukungan terhadap aspirasi yang diusung agar lebih besar lagi, lebih didengar lagi.

Beberapa hal yang perlu menjadi renungan:

- Ketika DPR sudah tidak bisa lagi menjadi corong aspirasi rakyat, apakah itu demokratis?

- Ketika rakyat merasa suaranya tidak lagi didengar, aspirasinya seringkali diabaikan, apakah itu demokratis?

- Bagaimana apabila ada yang mengganggap bahwa demonstrasi tidak sesuai dengan semangat demokrasi, apakah masih ada yang belum paham apa itu demokrasi?

3.) Ditujukan untuk menjamin HAM setiap rakyat.

Artinya, segala hak-hak rakyat sebagai seorang manusia akan terpenuhi. Pemerintah adalah pihak yang  paling bertanggung jawab membela HAM setiap rakyatnya. Siapapun itu, tanpa terkecuali. Seorang koruptor atau penjahat sekalipun. Jika memang mereka bersalah, harus diadili dengan seadil-adilnya. Karena sesungguhnya setiap orang berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum. Meskipun ia pejabat, pemerintah, atau presiden sekalipun, ia harus mendapatkan perlakuan hukum yang sama. Jika ia bersalah, maka terapkan hukum yang adil. Tidak boleh ada sedikitpun ketimpangan pada penerapan hukum.

Berikut ini beberapa contoh pelanggaran HAM:

    1. Penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
    2. Menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi.
    3. Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
    4. Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tiran/otoriter tanpa diikut/dihadir rakyat dan oposisi.
    5. Penegak hukum dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan oposisi di manapun.

Beberapa hal yang perlu menjadi renungan:

- Apabila seseorang maling motor, atau bahkan terduga teroris dikeroyok massa tanpa ada kesempatan baginya untuk membela diri dihadapan hukum, apakah itu demokratis?

- Apabila pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk membunuh, membantai dan membiarkan pembunuhan terjadi kepada rakyatnya, apakah itu demokratis?

- Apabila ada pihak yang memaksakan pendapat dengan kekerasan, apa itu demokratis?

- Apabila negara berlaku diskriminatif terhadap sebuah ormas (organisasi masyarakat) atau partai, apa itu demokratis?

Semoga beberapa pertanyaan tadi bisa menjadi renungan bersama.
Mari belajar berdemokrasi,  kenali apa itu demokrasi, kemudian terapkan demokrasi yang adil, yang bijak, dan tanpa pandang bulu.
Mari hargai perbedaan, biarkan sistem demokrasi yang mengatur.
Apapun hasil keluaran demokrasi, mari kita dukung.

Salam.


Referensi:

- Pancasila

- UUD 1945

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia


next page next page close

Janganlah Netral

Jangan sekali pun mengaku netral.

Banyak orang mengaku netral, tapi pada intinya gak ada satupun manusia yang bisa bersikap netral. Banyak faktor yang mempengaruhi, misalkan pengalaman kita, kebodohan kita, kebencian kita, kekhilafan kita sebagai manusia, ketidaksukaan kita terhadap sesuatu yang kadang membuat diri kita menjadi tidak netral. Pasti ada kecondongan ke salah satu sisi, ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah. Dan itu tanpa disadari.

Sebagai manusia, kita gak boleh netral.

Kita harus condong ke sebuah sandaran. Semacam pegangan, agar tidak terombang-ambing. Kita harus condong pada sebuah kepentingan. Kepentingan apapun itu, tidak masalah.

Namun pastikan, kepentingan yang kita bela adalah kepentingan menuju kebenaran.


next page next page close

Zuhud

Abis dapet pelajaran berharga dari seseorang. Waktu itu beliau membahas tentang ‘zuhud’. Begini intisarinya.

 

Tau zuhud? Kalo dalam terjemahan awam nih, zuhud itu meninggalkan dunia dan segala isinya. Jadi kita itu gak boleh hidup bermewahan, bermegahan, berlimpah harta, dan sebagainya. Cukup punya harta sedikit aja, gak usah banyak-banyak.

 

Ternyata ini pemahaman yang kurang tepat (terlalu ekstrim kalo dibilang salah).

Sebenernya, kita boleh-boleh aja, yang punya banyak harta. Justru dianjurkan! Justru dengan harta-harta itu kita bisa banyak berbuat, leluasa bertindak.

Jadi apa itu zuhud?

 

Ternyata, kuncinya zuhud itu:

“Tidak perlu senang ketika mendapatkan harta, dan tidak perlu sedih bila mengeluarkan harta.”

 

Itu kuncinya.

Jadi, kita  ber-zuhud itu bisa dianalogikan seperti tukang parkir. Tukang parkir punya banyak mobil di lahan parkirnya, tapi sebenernya mobil-mobil itu bukan punya dia. Dia cuma mengelola, mobil mana yang masuk, mobil mana yang keluar.

Kalo ada mobil masuk, emangnya tukang parkir seneng? Enggak.

Kalo ada mobil yang keluar, masa tukang parkir sedih? Enggaklah ya.

Nah kita pun juga harusnya begitu. Kita harus menjadi ‘tukang parkir’ buat ‘mobil-mobil’ kita. Tapi sesungguhnya itu bukan milik kita. Kita sebagai pengelola aja, mana yang harus kita simpan, mana yang harus kita keluarkan. Biarkan mengalir seperti air di sungai, bukan air di kolam. Kalo ada air di kolam lama-lama bisa butek, kan? Kalo air di sungai, mudah-mudahan selalu jernih dan bersih.

 

Semoga kita bisa belajar untuk menjadi ‘zuhud’ :D


next page next page close
thumbnail Gak Usah Dibikin Ribet Bro.. zoom
next page

Penelepon Muslim Di Acara TV Kristen

Enjoy the...
article post

Ernst & Young

Halo, gue mau cerita sekilas mengenai kantor baru gue. Env Kantor ini letaknya di kisaran...
article post
"Buat cari kerja, ternyata IPK gak penting, pelajaran di kuliah gak penting. Yang penting itu seberapa lihai lo ngerjain psikotes!! "
article post

Wow!

Singkat cerita gue punya sebuah domain. Tiba-tiba ada sebuah perusahaan dari Chile...
article post

Mari Belajar Berdemokrasi

Berkaca kepada Mesir, membuat kita perlu berpikir kembali, apakah Indonesia termasuk...
article post

Janganlah Netral

Jangan sekali pun mengaku netral. Banyak orang mengaku netral, tapi pada intinya gak ada...
article post

Zuhud

Abis dapet pelajaran berharga dari seseorang. Waktu itu beliau membahas tentang...
article post
thumbnail Gak Usah Dibikin Ribet Bro.. article post